Rabu, 26 Februari 2014

Lebih Dari Sebuah Kebersamaan O:)



Bisa dibilang ini sebuah keluarga, keluarga yang awalnya bisa disebut dengan keluarga biasa, tapi.. Kini menjadi keluarga yang luar biasa..

Waktu yang mengingatkanku, mengingatkan tentang apa yang pernah terjadi selama aku berada di pelukan keluarga ini.. 
Keluarga yang mengajarkanku banyak arti, arti kesedihan, kebahagiaan, dan yang paling berarti.. Sebuah kebersamaan..

Jangan pernah berhenti berharap, semua pasti ada jawabannya..
Satu hal yang membuatku slalu ingat pada keluarga ini, mereka tidak pernah tidak untuk membuatku menangis, menangis bukan karna luka, tapi karna tertawa bahagia..

Aku percaya, semua ini akan terlewati dan kembali baik-baik saja.. Kita masih bisa bertemu, dalam doa maupun nyata.. Tentu saja, dalam keluarga ini pernah ada air mata, merasakan duka dan banyak perbedaan, tapi aku yakin.. Kebersamaan bisa mengubah segalanya..

Jangan pernah mengatakan kita akan berpisah, memang.. Raga kita akan terpisah, tapi kebersamaan akan selalu ada mengiringi kita disetiap langkah..

Aku berharap, jika bertemu dengan salah seorang keluarga ini, akan menyapa dan mengatakan “dia adalah bagian dari keluargaku.. aku sayang dia“

Tolong jangan sebut ini sebuah perpisahan, ini hanya waktu yang menginginkan kita dewasa.. Dewasa untuk bisa merelakan dan melepaskan..

Sejenak teringat tentang sebuah keluarga ini 2 tahun lalu, dimana masih banyak tentang kepolosan..
Memang berat jika kita berfikir akan berpisah, tapi ini adalah satu langkah awal kita untuk meraih cita..

Dari puisi ini, ku harap bisa mewakili perasaanku.. tentang apa yang sebenarnya tak ku inginkan terjadi..
Jangan menatap ke belakang, biarlah semuanya menjadi kenangan, menataplah kedepan sampai kamu menemukan sebuah titik kesuksesan..

Aku yakin, semua perbedaan pasti kalah jauh dari kebersamaan..
Genggamlah tanganku kawan, tataplah kedepan, dan marilah melangkah bersama, menjemput masa depan, dengan sejuta harapan :’)

Lanjutkan perjuangan kalian ke arah yang lain, ditempat yang baru, yang akan menjadi jarak pertemuan kita..
Kawan, percayalah.. Dari lubuk hatiku yang amat dalam, aku tak ingin berpisah denganmu, hanya saja ini menyangkut masa depanku :’)

Tetap jadilah yang terbaik untuk keluarga ini, keluarga Angkatan II :’)
Pergunakanlah setiap detik menjadi penuh makna. Renungkanlah kawan… Ini bukan sekedar renungan cinta dan persahabatan… Jangan lupakan kewajiban kita Membalas tetesan air mata sang Bunda dan peluh keringat Ayah..

Ayah, bunda, ibu, bapak, mama, papa, Nyak, babeh, umi, abi, tetangga, sahabat,  tante, om, bule, ade, kakak, mas, mbak, bude, pade, bibi, paman, nenek, kakek, kepala sekolah, bu guru, pak guru, bu kantin, doakan aku.. Aku pergi.. Karna aku ingin, menjadi yang ku ingin. :’) {{} }




Tidak ada komentar:

Posting Komentar